SeputarDesa.com, Jombang – Di tengah padatnya aktivitas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, kesibukan juga terlihat di dapur umum yang menjadi salah satu penopang kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Dapur yang berada di kompleks Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum itu sejak Rabu (26/8/2026) mulai beroperasi untuk menyiapkan makanan bagi panitia lokal dan sejumlah delegasi Muktamar NU.
Sejak pagi, aktivitas memasak berlangsung cukup padat. Para relawan terlihat mengolah berbagai bahan pangan dalam jumlah besar sebelum makanan dikemas dan dikirim ke sejumlah titik yang telah ditentukan.
Penanggung Jawab Dapur Umum Muktamar ke-35 NU, Ica Ula’ul Muhinah, memastikan ketersediaan bahan pangan sejauh ini dalam kondisi aman. Pasokan tidak hanya berasal dari persediaan dapur, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak.
“Untuk stok bahan makanan akan ada terus dan dipastikan cukup sampai akhir Muktamar. Bantuan bahan makanan juga terkadang datang dari berbagai pihak, salah satunya dari IKABU Malang,” ujar Ica.
Pantauan SeputarDesa.com di lokasi menunjukkan sejumlah besar bahan makanan telah disiapkan. Ratusan karung beras dengan berat 10 kilogram hingga 25 kilogram tersusun di area dapur. Sayuran, daging, air minum kemasan dan berbagai perlengkapan pengemasan juga tersedia.
Untuk memastikan makanan tersedia sesuai jadwal, aktivitas dapur dibagi menjadi dua sesi. Persiapan konsumsi makan siang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan makanan ditargetkan mulai didistribusikan sekitar pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, proses memasak untuk kebutuhan makan malam dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah melalui proses pengolahan dan pengemasan, makanan dikirim sekitar pukul 19.00 WIB.
Menu yang disajikan pun tidak dibuat monoton. Pada hari pertama pelaksanaan Muktamar, Kamis (27/8/2026), bahan daging sapi yang diperoleh dari bantuan diolah menjadi rengsengan dan rendang. Hidangan tersebut dilengkapi tumis sayur serta perkedel.
“Menu setiap hari berbeda. Kebetulan kami juga mendapatkan bantuan sapi, sehingga hari ini kami memasak menu daging, ada rengsengan daging, rendang, tumis sayur dan perkedel,” kata Ica.
Setelah makanan siap, tim logistik langsung melakukan pengiriman menggunakan kendaraan. Makanan tersebut disalurkan ke sejumlah pos penjagaan yang ditempati panitia lokal Muktamar.
Distribusi juga mencakup sejumlah delegasi. Namun, kebutuhan konsumsi utama bagi muktamirin menjadi kewenangan panitia pusat dan tidak ditangani oleh dapur umum tersebut.
Menurut Ica, sistem distribusi telah disiapkan dengan daftar penerima. Dengan demikian, tim dapur tidak perlu melakukan pendataan ulang ketika makanan akan dikirim.
“Untuk mengirimkan makanan tidak kebingungan karena sudah ada list para panitia lokal yang kami pegang. Jadi tinggal mendistribusikan sesuai daftar,” jelasnya.
Kesibukan dapur umum tersebut tidak lepas dari dukungan banyak relawan. Personel Tagana turut terlibat bersama para ibu dari Muslimat NU, Fatayat NU, serta relawan SPPG Fatayat.
Dapur umum dijadwalkan tetap beroperasi hingga 30 Agustus 2026. Keberadaannya menjadi bagian dari dukungan teknis di balik pelaksanaan Muktamar NU ke-35, dengan memastikan kebutuhan konsumsi panitia lokal dan penerima makanan lainnya tetap terpenuhi selama rangkaian kegiatan berlangsung.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















