SeputarDesa.com, Jombang – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) bersama Badan Otonom (Banom) NU Ranting Carangrejo menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Merawat Cinta & Mempererat Ukhuwah Islamiyah” tersebut berlangsung di halaman Musholla Al Badar, Dusun Carangpranti, Desa Carangrejo. Acara turut dimeriahkan penampilan Hadrah Nurul Musthofa Carangpranti, sedangkan tausiyah disampaikan oleh Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MWC NU Kesamben H. Maksun, S.Kep.Ns., Kepala Desa Carangrejo Supriadji, M.T., Ketua BPD Carangrejo Suprat, serta Ketua PRNU Carangrejo H. Rofiudin, S.Pd. Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran pengurus PRNU dan Banom NU Ranting Carangrejo serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia H. Senari menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian umum tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

H. Senari menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW serta menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
Kepala Desa Paparkan Program Pemerintah Desa
Sementara itu, Kepala Desa Carangrejo Supriadji, M.T., dalam sambutannya turut menyampaikan sejumlah program Pemerintah Desa Carangrejo kepada masyarakat yang hadir.

Penyampaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di tingkat desa. Kepala Desa juga menyampaikan pentingnya dukungan serta partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan di Desa Carangrejo.
LAZISNU Santuni Dhuafa dan Yatim Piatu
Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan kegiatan kepedulian sosial dan semangat saling menyejukkan, yang ditandai dengan penyerahan bingkisan berupa santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu oleh LAZISNU PRNU Carangrejo.
Dalam sambutannya, Ketua LAZISNU Carangrejo yang mewakili jajaran pengurus dan relawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Desa Carangrejo yang telah mempercayakan dan menitipkan amal jariyah melalui LAZISNU Carangrejo.
“Terima kasih kepada warga Desa Carangrejo yang telah menitipkan amal jariyah melalui LAZISNU Carangrejo,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam proses pengambilan infak terdapat tindak-tanduk maupun tutur kata yang kurang berkenan.
“Jika dalam mengambil infak ada tindak-tanduk atau tutur kata yang tidak baik, kami memohon maaf,” lanjutnya.
Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat, disampaikan bahwa saldo LAZISNU Carangrejo pada Agustus 2026 sebesar Rp20.113.000. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan ke-NU-an.
Penyerahan santunan kepada dhuafa dan yatim piatu menjadi salah satu wujud kepedulian sosial LAZISNU PRNU Carangrejo sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah Tekankan Pentingnya Akhlak dan Menjaga Hati
Sementara itu, Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan, dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya akhlak seorang anak kepada kedua orang tua. Beliau mengingatkan jamaah agar senantiasa menghormati, menghargai, dan berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Dalam tausiyahnya, Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah juga mengaitkan pentingnya akhlak dengan tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia, sehingga keteladanan Rasulullah SAW penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa salah satu amal yang baik adalah mengaji, karena kegiatan mengaji tidak hanya menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meluruskan hati.
“Amal yang paling bagus itu ngaji. Ngaji itu meluruskan hati. Sumber yang menggerakkan bagus tidaknya diri kita adalah hati,” tutur Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah.
Menurutnya, hati memiliki peran penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang. Karena itu, hati perlu terus dijaga dan diluruskan melalui kegiatan keagamaan, termasuk mengaji dan memahami ajaran agama.
Beliau juga mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperbaiki akhlak, menjaga hati, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada dhuafa dan yatim piatu.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar PRNU dan Banom NU Ranting Carangrejo berharap semangat menjaga tradisi, merawat cinta, mempererat ukhuwah, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















