SeputarDesa.com, Jombang — Gagasan perubahan mulai mengemuka menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Tahun 2027.
Salah satunya datang dari Khoirul Mualimin, yang akrab disapa Cak Muali. Dalam rancangan visi dan misinya, Cak Muali mengusung tema “Reformasi Perubahan Menuju Pojokkulon Lebih Baik” sebagai arah utama pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa.
Visi yang ditawarkan Cak Muali adalah mewujudkan tata kelola Pemerintahan Desa Pojokkulon yang bersih, transparan, akuntabel dan berintegritas melalui reformasi birokrasi, dengan tujuan mendorong pembangunan yang merata serta kesejahteraan masyarakat.
Gagasan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Cak Muali juga memasukkan pembenahan birokrasi, transparansi keuangan, penataan aset desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, hingga penguatan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari agenda perubahan.
Reformasi Birokrasi Jadi Program Awal
Dalam rancangan visi-misinya, Cak Muali menempatkan reformasi birokrasi dan penataan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) perangkat desa sebagai salah satu agenda utama.
Ia menawarkan penataan kembali tata kerja pemerintahan desa dengan mengoptimalkan fungsi masing-masing perangkat desa sesuai Tupoksi.
Program yang dicantumkan antara lain penyusunan SOP pelayanan administrasi dengan cepat, tepat serta ramah, penerapan jam kerja dan absensi digital, serta penyediaan layanan pengaduan warga secara daring melalui WhatsApp.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa Cak Muali ingin mendorong pelayanan pemerintahan desa yang lebih terukur dan mudah diakses masyarakat.
Cak Muali Tawarkan Audit Aset dan Keuangan Desa
Hal lain yang menjadi sorotan dalam rancangan visi-misi Cak Muali adalah pengelolaan aset dan keuangan desa.
Cak Muali mencantumkan rencana audit dan inventarisasi menyeluruh terhadap aset, keuangan, serta kekayaan milik Desa Pojokkulon secara objektif dan transparan pada awal masa jabatan.
Selain itu, terdapat program penertiban administrasi kepemilikan tanah kas desa dan aset fisik agar pengelolaannya dapat diarahkan untuk kepentingan masyarakat Pojokkulon.
Agenda tersebut menjadi salah satu bagian penting dari konsep reformasi yang ditawarkan Cak Muali, khususnya dalam membangun tata kelola aset desa yang lebih tertib dan transparan.
Pelayanan Publik Tanpa Pungli
Di sektor pelayanan publik, Cak Muali memasukkan agenda pemangkasan birokrasi yang berbelit-belit.
Pelayanan administrasi warga diarahkan agar berlangsung cepat, tepat, ramah dan tanpa pungutan liar (pungli).
Dalam dokumen tersebut, Cak Muali juga menawarkan penerapan pakta integritas kejujuran pada setiap lini pelayanan di Balai Desa Pojokkulon.
APBDes Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
Transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) juga menjadi bagian dari visi perubahan yang dibawa Cak Muali.
Dalam rancangan tersebut ditegaskan bahwa pengelolaan APBDes harus dilakukan secara terbuka. Setiap rupiah uang desa harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun moral.
Untuk mewujudkan keterbukaan tersebut, Cak Muali menawarkan pemasangan baliho infografis rincian APBDes di setiap dusun, forum terbuka laporan pertanggungjawaban (LPJ) publik pada akhir tahun, serta publikasi penggunaan anggaran melalui media sosial maupun website resmi desa.
Pemerataan Pembangunan Antar Dusun
Cak Muali juga memasukkan pemerataan pembangunan berbasis urgensi antar dusun sebagai bagian dari program kerja.
Pembangunan fisik dan infrastruktur di seluruh wilayah Desa Pojokkulon direncanakan dilakukan secara proporsional. Penentuan skala prioritas akan mempertimbangkan manfaat terbesar dan tingkat kebutuhan mendesak masyarakat melalui musyawarah terbuka.
Dengan konsep tersebut, arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada satu wilayah, tetapi mempertimbangkan kebutuhan masing-masing dusun.
Buka Ruang Dialog dengan Warga
Bagi Cak Muali, komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengambilan kebijakan.
Dalam rancangan visi-misinya, ia menawarkan ruang dialog, penyerapan aspirasi serta komunikasi dua arah yang lebih luas dengan tokoh masyarakat, pemuda dan perwakilan warga.
Salah satu program aksinya adalah menyelenggarakan rembuk desa secara berkala sebelum mengambil kebijakan-kebijakan yang berskala strategis.
SDM, Pertanian dan UMKM
Agenda perubahan yang ditawarkan Cak Muali juga menyentuh peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi potensi desa.
Program yang dicantumkan meliputi pelatihan keterampilan kerja, pemberdayaan perempuan melalui PKK, serta dukungan terhadap kegiatan kepemudaan melalui Karang Taruna.
Sementara dari sisi ekonomi, Cak Muali menawarkan pemetaan dan pengelolaan potensi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM, secara inovatif guna mendorong peningkatan pendapatan asli desa sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Pojokkulon Berbenah”
Seluruh gagasan tersebut dirangkum Cak Muali dalam sejumlah slogan perubahan.
Di antaranya, “Pojokkulon Berbenah: Bersih Desanya, Makmur Warganya!”, “Satu Komitmen: Reformasi Total untuk Pojokkulon Lebih Baik”, serta “Kerja Cepat, Dana Transparan, Pembangunan Merata!”.
Rancangan visi dan misi Cak Muali tersebut menjadi gambaran mengenai arah pemerintahan yang ia tawarkan untuk Desa Pojokkulon dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2027.
Sejumlah agenda yang dicantumkan menyentuh langsung aspek yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pelayanan di kantor desa, transparansi APBDes, pengelolaan aset, pemerataan pembangunan, ruang partisipasi warga hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.
Pada akhirnya, gagasan tersebut akan diuji bukan hanya melalui narasi kampanye, tetapi juga melalui sejauh mana program-program yang ditawarkan dapat diwujudkan apabila nantinya Cak Muali memperoleh mandat masyarakat Pojokkulon.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















