banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPemerintahan

Wakil Wali Kota Cirebon Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026

×

Wakil Wali Kota Cirebon Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Cirebon – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis dan Silaturahmi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, (28/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Wakil Kepala Daerah untuk Indonesia yang Harmonis dan Berkemajuan.”

Forum yang diikuti hampir 200 wakil bupati dan wakil wali kota dari berbagai daerah tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi serta menyamakan visi wakil kepala daerah dalam mendukung pembangunan nasional dari daerah.

Ketua Umum ASWAKADA, Armuji, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan langkah konkret untuk memperkuat posisi wakil kepala daerah dalam sistem pemerintahan.

Baca Juga :  Ekonomi Kabupaten Cirebon Tumbuh 6,23 Persen, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan China

“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah awal untuk menindaklanjuti hasil Munas dan membangun kesamaan visi tentang peran strategis wakil kepala daerah. Kita ingin posisi ini semakin kuat, baik secara fungsi maupun kewenangan,” ujar Armuji.

Ia juga menyoroti peluang revisi regulasi pemerintahan daerah sebagai momentum untuk memperjelas kewenangan wakil kepala daerah.

“Kita harus siap dengan gagasan dan substansi. Ketika ruang revisi terbuka, kita sudah memiliki usulan konkret yang lahir dari pengalaman di daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi perkembangan ASWAKADA yang dinilai semakin matang sebagai organisasi.

“ASWAKADA hari ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ini bukan lagi sekadar forum komunikasi, tetapi asosiasi yang memiliki peran penting dalam mendorong kualitas kepemimpinan daerah,” katanya.

Baca Juga :  Koperasi Desa Merah Putih dan Tarik-Ulur Dana Desa

Akmal Malik juga mendorong pemerintah daerah, termasuk para wakil kepala daerah, untuk aktif memberikan masukan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terutama terkait pembagian kewenangan yang lebih tegas.

“Kalau ingin ada perubahan, daerah harus bersuara. Substansi yang kuat harus lahir dari pengalaman nyata di daerah, termasuk dari para wakil kepala daerah sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menilai forum ASWAKADA memiliki nilai strategis sebagai ruang peningkatan kapasitas sekaligus kolaborasi antardaerah.

“Kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Ini ruang strategis untuk bertukar pengalaman, memperluas perspektif, dan merumuskan langkah bersama dalam memperkuat kontribusi wakil kepala daerah bagi kemajuan daerah dan nasional,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPC ABPEDNAS Jombang Sampaikan Dua Pandangan Utama, Belajar dari Strategi Kediri dan Tuban

Ia menambahkan bahwa sinergi antarwakil kepala daerah dapat menjadi modal penting untuk menghadirkan kebijakan yang lebih responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Sinergi bukan hanya soal koordinasi, tetapi tentang bagaimana kita membangun kolaborasi yang menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi energi untuk mewujudkan Indonesia yang semakin solid dan berkemajuan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa