banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPendidikanPertanianTeknologi

Program Pengabdian Masyarakat WCU UI Sosialisasikan Pemanfaatan IoT dan Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca di Desa Jombatan

×

Program Pengabdian Masyarakat WCU UI Sosialisasikan Pemanfaatan IoT dan Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca di Desa Jombatan

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Dalam rangka pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Hibah Community Development Skema World Class University (WCU), tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pemanfaatan IoT dan Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian Padi dan Jagung” di Pendopo Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Ir. Much Rony, M.M., Kepala Desa Jombatan M. Hufron, Ketua Gapoktan Jombatan Abdul Wahab, para penyuluh pertanian, kelompok tani, mahasiswa Universitas Indonesia, serta mahasiswa internasional yang berasal dari Sri Lanka, Nigeria, dan Pakistan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Indonesia dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much Rony, M.M., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Indonesia yang telah memilih Desa Jombatan sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi modern dalam sektor pertanian menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

“Pertanian ke depan harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi. Kehadiran IoT diharapkan dapat membantu petani dalam mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat, sehingga produktivitas padi dan jagung dapat meningkat. Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Foto : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much Rony, M.M., saat dialog dengan peserta

Sementara itu, Kepala Desa Jombatan, M. Hufron, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh para petani dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi petani untuk mengenal teknologi pertanian modern. Kami berharap Desa Jombatan dapat menjadi salah satu desa yang mampu mengembangkan pertanian berbasis teknologi,” katanya.

Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Dr. Ade Irma Elvira, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Hibah Community Development Skema World Class University (WCU) yang bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi berbasis riset kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kreativitas Bersinar di TMMD ke-127, Dandim 0819 Pasuruan Serahkan Penghargaan Lomba Jurnalistik

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan teknologi pertanian modern, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengukuran emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Ratna Yuniati selaku anggota tim pengabdian masyarakat membahas mengenai tingkat pertumbuhan tanaman padi dan jagung, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman serta pentingnya pemantauan pertumbuhan secara berkala untuk memperoleh hasil panen yang optimal.

Sementara itu, Dr. Dinial Qomariah, dosen dari Politeknik Negeri Jember (Polije), menyampaikan materi mengenai penerapan Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian. Ia menjelaskan bagaimana teknologi sensor dan perangkat digital dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi lahan, kelembaban tanah, suhu lingkungan, hingga kebutuhan air tanaman secara real time.

Baca Juga :  Demi menjaga Kesehatan dan Kebugaran Prajurit, Koramil 0819/26 Tosari Laksanakan Pembinaan Fisik

Menurutnya, penggunaan IoT dapat membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang akurat, sehingga mampu meningkatkan efisiensi budidaya dan produktivitas hasil pertanian.

Foto : Ketua Gapoktan, Abdul Wahan dan Mahasiswa FMIPA UI saat pengambilan sampel tanah yang akan diuji di laboratorium FMIPA UI.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia serta mahasiswa internasional dari Sri Lanka, Nigeria, dan Pakistan tersebut berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai praktik pertanian di berbagai daerah dan negara.

Ketua Gapoktan Jombatan, Abdul Wahab, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama antara perguruan tinggi dengan kelompok tani dapat terus berlanjut.

“Kami berharap program seperti ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi dapat berlanjut dengan pendampingan dan penerapan teknologi di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Jombatan dapat memanfaatkan teknologi berbasis IoT dan menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, sehingga produktivitas padi dan jagung meningkat sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor pertanian.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi