banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPertanian

Air Mengalir Tanpa Sibel, Sumur Bor Program Irpom Kementan di Podoroto Diduga Tembus Akuifer Artesis pada Kedalaman 84 Meter

×

Air Mengalir Tanpa Sibel, Sumur Bor Program Irpom Kementan di Podoroto Diduga Tembus Akuifer Artesis pada Kedalaman 84 Meter

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Air mengalir alami tanpa sibel dari sumur bor Program Irpom Kementerian Pertanian TA 2026

SeputarDesa.com | Jombang – Pengeboran sumur bor Program Irigasi Perpompaan (Irpom) Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 di wilayah selatan kanal Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, membuahkan hasil menggembirakan. Pada kedalaman sekitar 84 meter, tim pengebor berhasil menemukan lapisan air tanah yang mengalir ke permukaan tanpa menggunakan sibel (pompa celup).

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu capaian dari pelaksanaan Program Irigasi Perpompaan (Irpom) di Desa Podoroto. Pada Tahun Anggaran 2026, desa ini memperoleh enam titik bantuan yang tersebar di Gapoktan Podoroto, Poktan Ngemplak, Poktan Kedungdowo, Poktan Kedungboto, Poktan Kalimati, dan Poktan Garu. Setiap titik memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. 155.700.000 yang bersumber dari APBN Tahun 2026, sehingga total nilai bantuan yang diterima Desa Podoroto mencapai Rp. 934.200.000.

Baca Juga :  Pengguron Pegajahan Cirebon Tekankan Pentingnya Kebersihan Hati, Tasawuf dan Thoriqoh Jadi Jalan Penyucian Jiwa

Sumur bor di Poktan Ngemplak menggunakan paralon berdiameter 6 dim sebagai casing utama. Fenomena keluarnya air secara alami ini menarik perhatian warga dan petani yang berada di lokasi karena tidak lazim dijumpai pada setiap pengeboran sumur dalam.

Secara hidrogeologi, kondisi tersebut diduga menunjukkan bahwa pengeboran telah menembus akuifer tertekan (confined aquifer), yaitu lapisan batuan atau pasir yang menyimpan air tanah dan terkurung di antara dua lapisan kedap air, seperti lempung atau batuan impermeabel. Air di dalam akuifer jenis ini berada di bawah tekanan hidrostatis. Ketika lapisan tersebut ditembus oleh mata bor, tekanan alami dapat mendorong air naik ke dalam pipa sumur, bahkan pada kondisi tertentu mampu mengalir sendiri ke permukaan tanpa bantuan pompa. Sumur dengan karakteristik seperti ini dikenal sebagai sumur artesis.

Baca Juga :  HUT ke-25 BAZNAS Kabupaten Cirebon, Perkuat Sinergi Pembangunan Sosial dan Keagamaan

Untuk memastikan apakah sumur tersebut benar-benar merupakan sumur artesis mengalir (flowing artesian well), diperlukan pengujian teknis lebih lanjut, antara lain melalui pengukuran muka air piezometrik, uji debit (pumping test), serta analisis geologi dan hidrogeologi oleh tenaga ahli. Hasil pengujian tersebut akan memberikan kepastian mengenai karakteristik akuifer dan kapasitas sumber air yang tersedia.

Ketua Gapoktan Podoroto, Rifki Arif, S.T., mengaku bersyukur atas hasil pengeboran tersebut.

“Alhamdulillah, pada kedalaman 84 meter kami berhasil menemukan sumber air yang langsung keluar tanpa menggunakan sibel. Ini menjadi harapan besar bagi petani karena menunjukkan potensi sumber air yang baik. Kami berharap setelah seluruh instalasi pompa, jaringan perpipaan, dan fasilitas pendukung selesai dibangun, sarana ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian,” ujar Rifki.

Menurut Rifki, keberhasilan pengeboran tersebut membuktikan bahwa Program Irigasi Perpompaan dari Kementerian Pertanian memberikan manfaat nyata bagi petani. Dengan tersedianya sumber air yang lebih andal, diharapkan indeks pertanaman meningkat, risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan, serta produktivitas pertanian di Desa Podoroto terus meningkat sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi