banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Investigasi

Distribusi MBG di Kesamben Tuai Keluhan, Nasi Diduga Belum Matang Saat Dibagikan

×

Distribusi MBG di Kesamben Tuai Keluhan, Nasi Diduga Belum Matang Saat Dibagikan

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Jombang – Kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh SPPG Yayasan Bela Beli Banyuwangi di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, kembali menjadi sorotan. Pada distribusi menu MBG, Rabu (3/6/2026), sejumlah penerima manfaat mengeluhkan nasi yang dinilai tidak matang sehingga sulit dikonsumsi.

Keluhan tersebut tidak hanya datang dari kalangan siswa, tetapi juga menyangkut kelompok sasaran B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini merupakan penerima manfaat yang membutuhkan asupan makanan dengan standar kualitas dan keamanan yang lebih ketat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi ibu dan tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Bantah Isu Istri Perangkat Desa Terima Bansos, Pj Kades Keboan: Kalau Ada Harus Dikembalikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nasi dalam paket MBG masih terasa keras dan tidak matang sempurna. Sejumlah penerima manfaat menyebut kondisi tersebut membuat makanan sulit dikonsumsi.

Persoalan ini menimbulkan keprihatinan karena kelompok B3 merupakan sasaran prioritas dalam program peningkatan gizi nasional. Apabila kualitas makanan tidak terjaga, manfaat yang diharapkan dari program tersebut dikhawatirkan tidak dapat tercapai secara optimal.

“Kalau yang menerima hanya orang dewasa mungkin masih bisa memilih untuk tidak memakannya. Tetapi jika makanan seperti ini diterima balita atau ibu hamil, tentu harus menjadi perhatian serius karena mereka merupakan kelompok yang lebih rentan,” ujar salah satu penerima manfaat.

Selain berdampak pada kenyamanan saat mengonsumsi makanan, kualitas nasi yang tidak matang juga memunculkan pertanyaan mengenai proses pengawasan mutu di dapur produksi. Mengingat makanan yang diproduksi setiap hari ditujukan untuk kelompok rentan, kontrol kualitas semestinya menjadi prioritas utama sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Baca Juga :  Kualitas Menu MBG di Kesamben Jombang Dipertanyakan Wali Murid

Program MBG merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Karena itu, setiap tahapan produksi makanan, mulai dari pengolahan, pemasakan, hingga distribusi, dituntut memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Bela Beli Banyuwangi, David, telah dihubungi untuk dimintai keterangan terkait keluhan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak SPPG Yayasan Bela Beli Banyuwangi guna memberikan penjelasan terkait keluhan yang disampaikan para penerima manfaat.(*8)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Editor: Irwani Umam

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi