SeputarDesa.com, Tuban – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari dana desa di Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, menjadi sorotan warga. Proyek yang belum lama rampung itu dinilai tidak menunjukkan kualitas pengerjaan yang optimal.
Sejumlah warga menilai kondisi fisik bangunan TPT tampak kurang rapi dan dikhawatirkan tidak memiliki daya tahan jangka panjang. Mereka mempertanyakan kesesuaian kualitas material dan pelaksanaan proyek dengan standar teknis yang berlaku.
“Bangunannya terlihat kurang maksimal, padahal baru selesai dikerjakan. Kami khawatir tidak bertahan lama,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Warga berharap pemerintah desa segera melakukan pengecekan ulang terhadap proyek tersebut. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait penggunaan dana desa, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
Masyarakat meminta adanya evaluasi dan pengawasan dari instansi terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten guna memastikan pembangunan infrastruktur desa yang menggunakan anggaran publik dilaksanakan secara profesional dan akuntabel.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh tim investigasi seputardesa.com, Kepala Desa Mulyo Agung hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. Warga menegaskan, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian dan kontrol sosial demi mendorong pembangunan desa yang berkualitas dan bertanggung jawab.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














