banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Opini

Kartini 2026: Perempuan, Politik, dan Penguatan Peran Strategis melalui Garnita NasDem

×

Kartini 2026: Perempuan, Politik, dan Penguatan Peran Strategis melalui Garnita NasDem

Sebarkan artikel ini

Oleh H. Noer Solikin
Anggota DPRD Kabupaten Grobogan – Partai NasDem

 

Peringatan Hari Kartini setiap 21 April, termasuk pada tahun 2026 ini, menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari sekadar penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini, peringatan ini harus dimaknai sebagai dorongan nyata untuk memperluas ruang partisipasi perempuan, khususnya dalam bidang politik.

Dalam konteks kekinian, perempuan tidak lagi hanya menjadi bagian dari objek pembangunan, tetapi telah berkembang menjadi subjek yang aktif dan menentukan arah kebijakan. Hal ini sejalan dengan semangat restorasi yang diusung oleh Partai NasDem, yang mendorong keterlibatan seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, termasuk perempuan.

Melalui organisasi sayap perempuan seperti Garnita Malahayati NasDem, Partai NasDem memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk mengembangkan kapasitas, memperjuangkan aspirasi, serta berkontribusi dalam proses politik secara konstruktif. Garnita hadir tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mendorong pemberdayaan perempuan berbasis nilai, kompetensi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Menjaga Demokrasi dengan Spirit Ramadhan

Dalam perspektif Islam, perempuan memiliki kedudukan yang mulia dan setara dalam hal kemanusiaan dan kontribusi. Al-Qur’an menegaskan:

“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan…”
(QS. Ali Imran: 195)

Ayat ini menjadi landasan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkiprah dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk politik, selama dilandasi nilai keimanan dan tanggung jawab.

Lebih lanjut, Al-Qur’an juga menyatakan:

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain…”
(QS. At-Taubah: 71)

Dalam konteks pembangunan bangsa, ayat ini dapat dimaknai sebagai dorongan kolaborasi antara laki-laki dan perempuan dalam menciptakan kebijakan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Baca Juga :  Menyongsong 2026 dengan Demokrasi yang Bermartabat

Sejarah Islam pun mencatat keterlibatan perempuan dalam ruang publik, termasuk dalam proses baiat kepada pemimpin:

“Wahai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan mukmin untuk mengadakan baiat…”
(QS. Al-Mumtahanah: 12)

Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial dan politik memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

Dalam sistem demokrasi modern, keterlibatan perempuan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang representatif. Kehadiran perempuan dalam politik membawa perspektif yang lebih luas, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial.

Oleh karena itu, penguatan peran perempuan melalui wadah seperti Garnita NasDem menjadi sangat relevan. Tidak hanya untuk memenuhi keterwakilan, tetapi juga untuk memastikan bahwa perempuan memiliki kapasitas, integritas, dan keberanian dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Opini Hukum Dr. Marlin, S.H., M.H.: Ketidakpatuhan Upah Minimum pada Dosen Perguruan Tinggi Swasta

Peringatan Kartini 2026 hendaknya menjadi momentum untuk terus mendorong perempuan agar tampil sebagai pelaku utama dalam pembangunan. Dengan dukungan organisasi, pendidikan, dan ruang politik yang terbuka, perempuan Indonesia diyakini mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan bangsa yang adil, maju, dan berkeadaban.

Pada akhirnya, perempuan bukan hanya pelengkap dalam demokrasi, tetapi mitra strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa—sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan semangat restorasi yang terus diperjuangkan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

Editor: Irwani Umam

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa