SeputarDesa.com, Jombang – Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jombang resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan open house di kampus permanennya yang berada di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kamis (30/7/2026). Sebanyak 270 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai menempati asrama, meski pembangunan fisik kawasan sekolah masih dalam tahap penyelesaian.
Kegiatan perdana tersebut dihadiri tiga perwakilan Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto, jajaran guru, Dinas Sosial, petugas pendamping, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto, menegaskan bahwa operasional sekolah tetap dimulai sesuai jadwal karena sebagian besar fasilitas utama telah siap digunakan.
“Hari ini, 30 Juli 2026, menjadi awal pelaksanaan MPLS sekaligus dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat permanen. Total terdapat 270 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Jombang dibangun di atas lahan seluas 6,2 hektare dengan konsep pendidikan berasrama. Seluruh peserta didik diwajibkan tinggal di lingkungan sekolah selama menjalani proses pendidikan sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penguatan pembelajaran.
Meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, pihak sekolah memastikan kondisi tersebut tidak menghambat kegiatan belajar. Progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 92 hingga 95 persen, sementara area yang masih dikerjakan dipisahkan menggunakan police line untuk menjamin keamanan siswa dan tenaga pendidik.

Saat ini, fasilitas yang telah difungsikan meliputi ruang kelas, asrama putra dan putri, dapur umum, kantin, dan ruang ibadah. Adapun pembangunan asrama SD, rumah susun guru, masjid, serta guest house masih terus dikebut hingga seluruh kawasan rampung.
Di sisi lain, antusiasme tampak dari para siswa baru yang mulai menjalani kehidupan di asrama. Salah satu mengaku bersyukur memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat karena selain mendapatkan fasilitas pendidikan secara penuh, sekolah tersebut juga diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.
“Senang karena banyak teman dan ingin membantu mengurangi beban keluarga,” tuturnya.
Untuk mendukung operasional pendidikan, Sekolah Rakyat Jombang diperkuat oleh 20 tenaga pendidik tetap dan 22 guru bantu dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Selain itu, sekolah juga menyiapkan wali asuh, wali asrama, petugas keamanan, tenaga pendukung, hingga juru masak yang akan mendampingi para siswa selama menjalani pendidikan berasrama.
Dimulainya MPLS menandai beroperasinya Sekolah Rakyat Jombang sebagai sekolah berasrama terpadu pertama di Kabupaten Jombang. Pemerintah berharap kehadiran sekolah ini mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















