Seputardesa.com, Sidoarjo – Sejumlah santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Porong mengikuti kegiatan brainstorming kepanitiaan sebagai bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan dan kerja tim.
Kegiatan yang digelar ini menjadi sarana latihan mengelola tanggung jawab kolektif dalam sebuah kegiatan berbasis dakwah dan edukasi.
Santri tingkat SMP dan SMA yang terlibat diarahkan untuk menyusun konsep kerja, pembagian tugas, serta alur koordinasi tim. Melalui forum diskusi tersebut, santri dilatih berpikir sistematis, berkomunikasi secara efektif, dan mengambil keputusan bersama.
Kepala Pengasuhan Santri MBS Porong, Rozaq Akbar, menjelaskan bahwa pembelajaran kepemimpinan perlu diberikan melalui pengalaman langsung agar nilai-nilai tanggung jawab dan kedewasaan dapat tumbuh secara alami.
“Santri perlu diberi ruang belajar melalui penugasan nyata. Dari situ mereka belajar adab bekerja sama, mengelola perbedaan, dan menyelesaikan masalah secara berimbang,” ujarnya.
Latihan Kolaborasi dan Tanggung Jawab
Dalam kegiatan tersebut, kepanitiaan dipimpin oleh tiga santri yang bertugas secara kolektif. Pola kepemimpinan ini dimaksudkan untuk melatih koordinasi, pembagian peran, serta kemampuan menyatukan keputusan dalam satu tim.
Salah satu ketua panitia, Risky Samudra, mengungkapkan bahwa forum diskusi membantu dirinya memahami pentingnya kerja bersama dalam memimpin rekan sebaya.
“Kami belajar bahwa tugas besar tidak bisa ditangani sendiri. Perlu komunikasi yang jelas dan pembagian peran yang rapi agar semua berjalan baik,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Andi Royyan yang menilai kegiatan tersebut membantunya memahami pendelegasian tugas secara lebih terstruktur. Sementara itu, Almyra Bilqisty menyebut brainstorming sebagai ruang belajar yang membuat proses kepemimpinan terasa lebih realistis dan manusiawi.
Pendekatan Praktis
Untuk memperkaya pemahaman santri, kegiatan ini juga menghadirkan pendamping dari bidang pengembangan sumber daya manusia. Dalam sesi diskusi, santri diajak mengenali pola kerja tim, manajemen waktu, serta cara meminimalkan risiko dalam pelaksanaan kegiatan bersama.
Pendampingan tersebut menekankan bahwa kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan kemampuan mengelola kerja tim dengan sikap saling menghargai.
Bagian dari Pendidikan Karakter
Kegiatan kepanitiaan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran karakter santri yang mengombinasikan nilai keislaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Melalui proses ini, santri diharapkan memiliki bekal kepemimpinan dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














