banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaPojok Desa

Tradisi Kupatan di Desa Jeketro Gubug Grobogan Tetap Lestari, Kades Ali Mustain Apresiasi Warga

×

Tradisi Kupatan di Desa Jeketro Gubug Grobogan Tetap Lestari, Kades Ali Mustain Apresiasi Warga

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Grobogan – Kepala Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Ali Mustain, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap warganya yang masih konsisten melestarikan tradisi kupatan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa.

Menurut Ali Mustain, tradisi kupatan yang dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri atau pada tanggal 7–8 Syawal ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Tradisi kupatan ini bukan hanya budaya, tetapi juga mengandung nilai filosofi tentang saling memaafkan dan mempererat persaudaraan. Ini harus terus kita jaga bersama,” ujar Ali Mustain.

Ia menjelaskan, kupatan (Lebaran Ketupat) merupakan bentuk rasa syukur masyarakat setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Selain itu, tradisi ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan gotong royong antarwarga.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Kalijambe, Satu Tewas dan Tiga Luka-Luka

Ali Mustain menambahkan, filosofi kupat yang berasal dari istilah “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk saling memaafkan. Anyaman janur pada ketupat melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang berwarna putih mencerminkan hati yang bersih.

“Kami berharap generasi muda di Desa Jeketro dapat terus melestarikan tradisi ini. Jangan sampai nilai-nilai budaya yang baik ini hilang tergerus zaman,” tambahnya.

Pemerintah Desa Jeketro, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga dan melestarikan tradisi lokal, termasuk kupatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Baca Juga :  Tunjangan DPRD Lumajang Capai 15 Kali UMK

Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, tradisi kupatan di Desa Jeketro diharapkan tetap lestari serta menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya di Kabupaten Grobogan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa