banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Liputan Muktamar NU Ke-35

Muktamar NU Memanas! Ratusan Pendukung Gus Yusuf Tembus Barikade, Protes “Iddah Politik”

×

Muktamar NU Memanas! Ratusan Pendukung Gus Yusuf Tembus Barikade, Protes “Iddah Politik”

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Ratusan massa pendukung Gus Yusuf Chudlori menggelar aksi protes di depan venue Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026).

SeputarDesa.com, Jombang — Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memanas, Minggu (30/8/2026). Ratusan massa yang mengaku sebagai pendukung Gus Yusuf Chudlori menggelar demonstrasi dan mendesak Ketua Panitia Nasional Muktamar NU ke-35, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan penjelasan terkait klausul “iddah politik” dalam pencalonan Ketua Umum PBNU.

Massa mulai berdatangan selepas Zuhur dan berkumpul di sekitar akses menuju venue muktamar. Mereka memprotes ketentuan yang mensyaratkan calon Ketua Umum PBNU telah meninggalkan jabatan struktural politik praktis sekurang-kurangnya satu tahun.

Klausul tersebut menjadi sorotan karena dinilai menghambat pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Massa menyebut Gus Yusuf telah mengundurkan diri dari jabatan struktural di PKB Jawa Tengah, namun belum memenuhi masa jeda politik satu tahun sebagaimana ketentuan yang dipersoalkan.

Baca Juga :  200 Becak Listrik Disiapkan, Dukung Mobilitas Peserta Muktamar NU ke-35 di Jombang

Awalnya, massa tertahan barikade Banser dan Pagar Nusa di ujung jembatan menuju arena muktamar. Namun, jumlah massa yang terus bertambah membuat barikade tersebut akhirnya jebol.

Massa kemudian bergerak menuju pintu masuk venue sidang pleno dan menggelar orasi. Mereka mendesak Gus Ipul keluar menemui massa dan memberikan penjelasan secara terbuka.

“Di luar ini semua santri NU. Sampaikan kepada Ketua Panitia Nasional Muktamar NU ke-35, Gus Ipul, beliau harus menjelaskan,” ujar salah seorang orator.

Ketegangan meningkat ketika massa berusaha mendekati pintu masuk venue. Banser dan Pagar Nusa memperketat penjagaan. Aparat kepolisian kemudian turut diterjunkan untuk membantu mengendalikan situasi.

Baca Juga :  Gus Kikin Makin Menguat, Dukungan Pesantren Mulai Mengemuka Jelang Pemilihan Ketua Umum PBNU

Aksi saling dorong sempat terjadi antara massa dan petugas. Situasi nyaris berujung kericuhan sebelum akhirnya Gus Ipul keluar menemui massa dengan pengawalan ketat Pagar Nusa.

“Iddah Politik” Jadi Titik Api

Protes tersebut muncul tepat ketika Muktamar NU memasuki fase paling krusial, yakni tahapan penetapan mekanisme dan proses pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Salah satu ketentuan yang menjadi sorotan adalah persyaratan calon Ketua Umum PBNU terkait “iddah politik”, yakni kewajiban telah mundur dari jabatan struktural politik praktis minimal satu tahun.

Bagi massa pendukung Gus Yusuf, ketentuan tersebut menjadi persoalan karena berimplikasi langsung terhadap peluang Gus Yusuf Chudlori untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Baca Juga :  Ini Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 di Jombang, dari Sidang Pleno hingga Pemilihan Ketum PBNU

Sementara itu, agenda Muktamar pada Minggu (30/8/2026) mencakup pengesahan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, tabulasi AHWA, demisioner kepengurusan PBNU periode 2021-2026, hingga pemilihan anggota AHWA.

Setelah anggota AHWA ditetapkan, forum akan memasuki sidang tertutup AHWA untuk menentukan Rais Aam PBNU periode 2026-2031.

Baru setelah itu, Muktamar akan memasuki tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU dengan mekanisme AHWA.

Dalam mekanisme tersebut, nama-nama calon yang diusulkan muktamirin akan dibahas dan dimusyawarahkan oleh anggota AHWA untuk menentukan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi