SeputarDesa.com, Jombang – Meningkatnya kasus penipuan berbasis digital mendorong mahasiswa Kelompok 17 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 2026 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Sosialisasi Pencegahan Penipuan Online dan Peningkatan Literasi Keuangan Digital Masyarakat di Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat Desa Sumberagung tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap ancaman kejahatan siber serta pentingnya memahami keamanan dalam bertransaksi secara digital.
Ketua Kelompok 17 KKN-PPM UNWAHA, Akbar, mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan yang menyasar masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan online, mampu menjaga keamanan data pribadi, serta memahami cara bertransaksi secara aman melalui layanan keuangan digital,” ujarnya.
Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan Kapolsek Peterongan AKP Hidayaturrachman, S.TK., S.I.K., M.Si. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai modus penipuan online yang saat ini marak terjadi, mulai dari phishing melalui tautan palsu, penyalahgunaan kode OTP, penipuan berkedok hadiah, investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga aksi penipuan yang mengatasnamakan keluarga, instansi pemerintah, maupun lembaga perbankan.
Ia menegaskan bahwa pelaku kejahatan siber umumnya memanfaatkan kelengahan korban. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan, serta tidak pernah memberikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun.
Selain membahas pencegahan penipuan online, peserta juga memperoleh materi mengenai literasi keuangan digital. Warga diberikan pemahaman tentang pentingnya menggunakan layanan perbankan digital secara bijak, mengenali aplikasi keuangan yang legal, menjaga kerahasiaan identitas digital, serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban penipuan siber.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai modus penipuan yang pernah mereka alami maupun temui di lingkungan sekitar. Narasumber juga memberikan solusi praktis mengenai cara mengenali indikasi penipuan dan langkah pelaporan kepada pihak berwenang.

Melalui sosialisasi ini, Kelompok 17 KKN-PPM UNWAHA berharap masyarakat Desa Sumberagung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Dengan meningkatnya literasi keuangan digital dan kesadaran terhadap ancaman kejahatan siber, masyarakat diharapkan mampu melindungi data pribadi, mengambil keputusan finansial secara tepat, serta melakukan transaksi digital dengan aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam membangun masyarakat yang semakin cakap, aman, dan adaptif di era digital.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















