banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Peristiwa

25 Kiai Muassis NU Diabadikan dalam Lukisan Kolosal, Sambut Muktamar ke-35 di Tambakberas

×

25 Kiai Muassis NU Diabadikan dalam Lukisan Kolosal, Sambut Muktamar ke-35 di Tambakberas

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Lukisan kolosal “25 Kiai Muassis NU” karya J Hasanto yang mengabadikan para ulama pendiri dan penggerak awal Nahdlatul Ulama.

SeputarDesa.com, Jombang – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berbagai kegiatan turut mewarnai persiapan menyambut agenda besar organisasi tersebut.

Tidak hanya menjadi ruang permusyawaratan, rangkaian menuju muktamar juga menghadirkan pameran seni rupa yang mengangkat sejarah dan perjuangan para ulama pendiri NU.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah lukisan kolosal bertajuk “25 Kiai Muassis NU” karya perupa J Hasanto. Lukisan tersebut menampilkan 25 tokoh ulama pendiri dan penggerak awal NU dalam satu bidang kanvas berukuran jumbo.

Karya itu secara khusus disiapkan untuk menyambut kedatangan para muktamirin sekaligus menjadi media untuk mengenalkan kembali jejak perjuangan para muassis NU kepada masyarakat, khususnya generasi muda nahdliyin.

Di antara tokoh yang diabadikan terdapat tiga ulama besar asal Jombang yang memiliki peran penting dalam sejarah NU, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Tampak pula sosok KH As’ad Syamsul Arifin serta sejumlah kiai berpengaruh lainnya.

J Hasanto mengatakan, lukisan tersebut tidak semata-mata dibuat untuk memenuhi kebutuhan estetika pameran. Lebih dari itu, karya tersebut menjadi media untuk merawat ingatan sejarah dan mengenalkan para pendiri NU kepada generasi penerus.

“Kami berharap banyak warga NU bisa melihat lukisan tersebut untuk mengenal para kiai pendiri NU yang ternyata jumlahnya banyak,” ujar J Hasanto, Rabu (12/8/2026).

Lukisan “25 Kiai Muassis NU” dikerjakan menggunakan teknik cat minyak di atas kanvas berukuran 250 x 120 sentimeter. Dengan bingkai pelindung, ukuran keseluruhan karya mencapai 277 x 147 sentimeter.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Khofifah Dampingi Wapres Gibran Hadiri Haul KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang

Kehadiran lukisan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian pameran karena mempertemukan seni, sejarah dan tradisi pesantren dalam satu ruang kebudayaan.

Hadirkan 100 Karya

Pameran seni rupa menyambut Muktamar ke-35 NU tersebut tidak hanya menampilkan karya J Hasanto. Sedikitnya 100 karya lukis disiapkan dengan beragam tema, mulai dari keislaman, ke-NU-an, kaligrafi hingga potret sejumlah tokoh nasional.

Pameran melibatkan kolaborasi sejumlah perupa dari berbagai daerah. J Hasanto menggandeng Kholison Syafi’i dari Semarang dan Riyanto dari Demak untuk memperkuat sajian karya yang akan dipamerkan.

Pameran dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Agustus 2026, atau sekitar sepekan sebelum rangkaian resmi Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Baca Juga :  Sambut 1 Muharram 1448 H, Warga RT 01 RW 01 Jatilor Gelar Syukuran Penuh Kebersamaan

Langkah tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat dan warga nahdliyin untuk menikmati karya seni sekaligus mengenal sejarah para ulama yang menjadi fondasi berdirinya NU.

Lokasi pameran berada di halaman depan kediaman Mundjidah Wahab, Bupati Jombang periode 2018–2023, yang berada di seberang Pondok Pesantren Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2 Tambakberas.

J Hasanto menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar pengasuh Ribath Al Lathifiyah 2 dan Al Wahabiyah 1 Bahrul Ulum yang telah memberikan dukungan tempat untuk pelaksanaan pameran.

“Lokasinya di halaman depan rumah Putri KH Wahab Chasbullah, Bu Nyai Mundjidah Wahab. Saya bersama teman-teman menyampaikan rasa terima kasih kepada beliau karena sudah mengapresiasi niat kami dengan menyediakan tempat,” katanya.

Seni Menjadi Media Merawat Sejarah

Selain pameran, J Hasanto juga menyiapkan lelang daring untuk 10 karya pilihannya. Salah satunya adalah lukisan master “25 Kiai Muassis NU”. Dua karya kaligrafi berbahan kain perca juga masuk dalam daftar karya yang akan dilelang.

J Hasanto dikenal sebagai perupa yang konsisten mengangkat sejarah ulama Nusantara melalui karya lukis. Ia tercatat sebagai pelukis pertama figur KH Hasan Gipo dan dipercaya keluarga atau dzuriyah untuk melukis sosok Syaikhona Kholil Bangkalan.

Baca Juga :  Demo Besar di Kaltim, Ketua DPRD Justru di Luar Daerah

Bagi para perupa, pameran di Tambakberas bukan sekadar agenda seni yang hadir bersamaan dengan Muktamar NU. Pameran tersebut juga menjadi upaya mempertemukan seni, sejarah dan tradisi pesantren dalam satu ruang kebudayaan.

“Pada 18 Agustus kita berangkat ke Tambakberas Jombang. Kemudian tanggal 20 Agustus kita mulai pameran di lokasi muktamar. Karya lukis terus kita kumpulkan untuk kebutuhan tersebut,” ujar J Hasanto.

Melalui kanvas dan sapuan warna, wajah para muassis NU kembali dihadirkan di hadapan publik. Seni pun menjadi medium untuk merawat ingatan tentang perjalanan panjang Nahdlatul Ulama sekaligus menyambungkan sejarah para pendiri dengan generasi nahdliyin hari ini.

Di tengah persiapan Muktamar ke-35 NU, lukisan “25 Kiai Muassis NU” menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang NU tidak lepas dari peran para ulama yang meletakkan fondasi organisasi dan tradisi keislaman yang terus diwariskan hingga kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi