banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
BeritaKabar Desa

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Normalisasi Sungai dan Pembersihan Afvoer di Musim Kemarau

×

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Normalisasi Sungai dan Pembersihan Afvoer di Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini

SeputarDesa.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) terus menggenjot kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan afvoer meskipun saat ini berada di musim kemarau. Langkah proaktif ini dilakukan agar aliran air tetap lancar dan terhindar dari potensi banjir saat musim penghujan tiba.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Prayitno, menjelaskan bahwa pengerjaan di musim kemarau jauh lebih efektif karena debit air yang menurun sangat mempermudah proses pengerukan sedimen dan pembersihan sampah.

“Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah,” ujar Prayitno.

Pengerahan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer

Dalam pelaksanaannya, Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo menerjunkan Satgas Alat Berat ke sejumlah titik yang mengalami pendangkalan, serta puluhan personel Satgas Afvoer yang bekerja keras membersihkan saluran irigasi.

Baca Juga :  Tradisi Kupatan di Desa Jeketro Gubug Grobogan Tetap Lestari, Kades Ali Mustain Apresiasi Warga

Pada Selasa, 14 Juli 2026, Satgas Alat Berat difokuskan melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang Sidoarjo sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang diperkirakan memakan waktu 3 bulan pengerjaan. Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan sampah di saluran Porong Kanal (Kelurahan Porong), saluran Mangetan Kanal (Desa Dungus), hingga anak afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.

Sementara itu, Satgas Afvoer yang dibagi per wilayah yakni Satgas Afvoer Wilayah Kota, UPTD Trosobo, Prambon, Porong, dan Sumput berpencar membersihkan saluran tersumbat dan tumbuhan liar di berbagai kecamatan. Beberapa di antaranya meliputi pembersihan afvoer di Desa Larangan, Balongbendo, Jimbaran Wonoayu, Temu Prambon, Wates Tanggulangin, Balongtani Jabon, Kedungsulo Porong, Sawotratap Gedangan, Kloposepuluh Sukodono, Wadungasih Buduran, hingga Pepelegi Waru.

Baca Juga :  Parlemen Desa Tanpa Daya: ABPEDNAS Desak Gubernur Angkat Derajat BPD

Perlu Dukungan Kesadaran Masyarakat

Selain pengerukan sedimen dan pembersihan tumbuhan liar yang mempersempit aliran air, kegiatan normalisasi ini turut dibarengi dengan penguatan bibir sungai. Prayitno berharap seluruh rangkaian pekerjaan ini dapat berjalan lancar sehingga fungsi penampungan air hujan dapat maksimal di musim penghujan mendatang.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan bahwa upaya fisik ini tidak akan pernah cukup tanpa adanya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke badan sungai.

“Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir, namun persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang,” pungkas Prayitno

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi