SeputarDesa.Com, Lampung Utara – Kepala Penyuluh Pertanian (Korluh) Kecamatan Sungkai Barat bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Sungkai Barat menggelar kegiatan Penutupan Farm Field Day Sekolah Lapang dan Kursus Tani, yang didanai melalui Anggaran DAK Non Fisik Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Utara.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Camat Sungkai Barat Hepni, Ketua APDESI Kabupaten Lampung Utara yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sinar Harapan, serta Babinkamtibmas. Turut hadir pula perwakilan kelompok tani se-Kecamatan Sungkai Barat sebagai peserta utama Sekolah Lapang.

Dalam pelaksanaan Farm Field Day Sekolah Lapang, Korluh Sungkai Barat bersama POPT memberikan berbagai pelatihan pertanian, dengan fokus utama pada pengendalian penyakit bule pada tanaman jagung yang saat ini banyak diderita oleh petani jagung di wilayah Sungkai Barat. Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan pembuatan parfum urin serta perbanyakan N Level 1 sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian.
Para petani mengaku sangat bangga dan terbantu dengan adanya Sekolah Lapang ini, karena tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melakukan uji coba langsung di lapangan. Dari hasil uji coba tersebut, meskipun belum mencapai keberhasilan 100 persen, namun metode yang diterapkan terbukti mampu menekan secara signifikan serangan penyakit bule dengan biaya yang sangat murah.
Untuk pembuatan ramuan pengendali penyakit, petani hanya perlu mencampurkan beberapa bahan yang mudah didapatkan, diolah melalui proses perebusan (bubur California), kemudian diaplikasikan dengan cara penyemprotan pada tanaman jagung.

Dengan adanya temuan dan metode sederhana ini, petani jagung di Kecamatan Sungkai Barat merasa sangat terbantu dalam mempertahankan hasil produksi jagung, sehingga mampu menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Camat Sungkai Barat Hepni menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Korluh Pertanian Kecamatan Sungkai Barat, Bapak Sulaiman Ali, serta POPT Wilayah Sungkai Barat, Ibu Zasa, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membantu para petani, khususnya petani jagung yang luas lahannya mencapai lebih dari 2.300 hektare.
“Ini sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan sandang dan pangan. Penemuan obat penyakit bule ini, walaupun sederhana, namun sangat membantu petani jagung di Kecamatan Sungkai Barat. Semoga bisa menjadi percontohan tidak hanya di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujar Camat Hepni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com














