SeputarDesa.com, Grobogan – Upaya menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat keimanan masyarakat terus dilakukan Jama’ah Rodhotul Jannah Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Salah satunya melalui kegiatan “Ngaji Bareng” yang mengangkat tema “Memperkuat Keimanan dengan Bersholawat”, Jumat Legi, 7 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Mushola Nurul Iman, Dusun Mulungan, Desa Jatilor, tersebut dimulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diikuti jama’ah dan terbuka bagi masyarakat Desa Jatilor maupun warga dari wilayah sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, KH. Anas Faizin hadir sebagai penceramah untuk memberikan tausiyah keagamaan kepada para jama’ah. Materi keagamaan menjadi bagian utama kegiatan, disertai lantunan sholawat yang diharapkan dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Nuansa religius semakin terasa dengan penampilan Grup Rebana Syifa’ul Qalbi dari Jama’ah Rodhotul Jannah. Iringan rebana dan lantunan sholawat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Melalui sholawat dan ngaji bersama, kami berharap keimanan jama’ah semakin kuat serta terjalinnya ukhuwah Islamiyah antarwarga,” ujar perwakilan Jama’ah Rodhotul Jannah.
Menurut panitia, kegiatan tersebut sengaja dibuka untuk umum agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Masyarakat tidak hanya diajak mengikuti pengajian, tetapi juga membangun kebersamaan melalui kegiatan keagamaan di lingkungan desa.
Kegiatan semacam ini dinilai memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di tengah masyarakat. Pengajian dan sholawat tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menambah wawasan keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai religius kepada generasi muda.
Jama’ah Rodhotul Jannah berharap kegiatan Ngaji Bareng dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari tradisi positif masyarakat Desa Jatilor.
Semangat tersebut menjadi penting agar kegiatan keagamaan berbasis masyarakat tidak berhenti pada satu momentum, melainkan terus tumbuh dan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















