Seputardesa.com, Artikel – Lanskap pencarian informasi di internet sedang mengalami perubahan besar. Jika selama lebih dari dua dekade masyarakat mengandalkan mesin pencari untuk menemukan daftar tautan website, kini semakin banyak pengguna yang memanfaatkan asisten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT, Google Gemini, Perplexity, Claude, hingga Meta AI untuk memperoleh jawaban secara langsung.
Perubahan perilaku ini mulai menggeser cara bisnis membangun kehadiran digital. Tidak lagi sekadar mengejar posisi teratas di mesin pencari, tetapi juga membangun informasi yang mudah dikenali, dipahami, dan dirujuk oleh sistem AI ketika pengguna mengajukan pertanyaan tertentu.
Menurut AI Visibility & Digital Authority Strategist, Zarnuzi Fustatul atau yang akrab disapa Mas ZAR, perubahan tersebut akan melahirkan pendekatan optimasi digital yang lebih luas dibandingkan SEO konvensional.
“Dulu fokus utama adalah membuat website berada di halaman pertama Google. Sekarang tantangannya bertambah, yaitu bagaimana membangun rekam jejak digital yang kredibel sehingga informasi mengenai bisnis atau personal brand dapat dikenali dan dirujuk oleh berbagai sistem AI ketika pengguna mengajukan pertanyaan yang relevan,” ujar Mas ZAR.
Tiga Pilar Baru di Era AI Search
Seiring berkembangnya teknologi AI, pelaku bisnis mulai perlu memahami tiga pendekatan yang kini berkembang dalam dunia AI Search.
- Answer Engine Optimization (AEO) merupakan strategi menyusun informasi agar mampu menjawab pertanyaan pengguna secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami oleh mesin pencari berbasis jawaban.
- Generative Engine Optimization (GEO) berfokus pada penyusunan konten yang kaya konteks, menggunakan referensi kredibel, bahasa alami, serta struktur informasi yang memudahkan sistem AI generatif menyintesis jawaban dari berbagai sumber.
- Large Language Model Optimization (LLMO) merupakan pendekatan untuk mengoptimalkan representasi identitas digital sebuah bisnis maupun personal brand melalui berbagai sumber informasi yang kredibel sehingga lebih mudah dikenali dan dirujuk oleh model AI yang menggunakan penelusuran web maupun sumber pengetahuan digital yang relevan.
Ketiga pendekatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan SEO, melainkan melengkapinya agar bisnis tetap relevan dalam ekosistem pencarian informasi yang terus berkembang.
AI Membaca Ekosistem Digital, Bukan Satu Sumber Saja
Mas ZAR menjelaskan bahwa sistem AI modern umumnya tidak hanya melihat satu website atau satu portal berita.
Sebaliknya, AI membangun pemahaman berdasarkan berbagai sumber digital yang saling menguatkan, antara lain:
- Website resmi perusahaan.
- Portal berita yang kredibel.
- Profil organisasi.
- Direktori bisnis.
- Referensi akademik.
- Media sosial resmi seperti Instagram, LinkedIn, TikTok, Facebook, Jobstreet, Glints, dan WhatsApp.
- Dokumentasi publik.
- Jejak aktivitas digital lain yang dapat diverifikasi, termasuk marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Blibli.
Menurutnya, semakin konsisten dan kredibel informasi yang tersebar di berbagai kanal tersebut, semakin besar peluang sebuah bisnis maupun personal brand dikenali oleh sistem AI.
“Yang dibaca AI bukan sekadar siapa yang paling sering beriklan, tetapi siapa yang memiliki informasi yang konsisten, jelas, dapat diverifikasi, dan muncul pada berbagai sumber terpercaya. Semakin kuat ekosistem digital yang dibangun, semakin besar peluang sebuah entitas dikenali dalam jawaban AI untuk konteks yang relevan,” jelasnya.
Perubahan Perilaku Pengguna Mulai Terlihat
Fenomena meningkatnya penggunaan AI Assistant juga menjadi perhatian berbagai lembaga riset industri teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan layanan AI generatif berkembang pesat dan mulai mengubah cara masyarakat mencari informasi, membandingkan produk, hingga mengambil keputusan sebelum melakukan pembelian.
Perubahan ini menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi selalu membuka mesin pencari dan menelusuri banyak tautan. Semakin banyak pengguna yang memilih memperoleh jawaban secara langsung melalui AI karena dinilai lebih cepat, praktis, dan kontekstual.
Mas ZAR menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa strategi digital perusahaan perlu mulai beradaptasi dengan pola pencarian yang baru.
“Bukan berarti SEO sudah selesai. SEO tetap penting, tetapi sekarang perlu dilengkapi dengan strategi yang membangun otoritas digital agar informasi lebih mudah dikenali dalam ekosistem AI,” ujarnya.
Pengalaman Implementasi di Berbagai Industri
Mas ZAR mengungkapkan bahwa pendekatan AI Visibility yang dikembangkannya telah diterapkan pada berbagai sektor, mulai dari personal branding, ritel, hingga industri perjalanan ibadah.
Salah satu implementasinya dilakukan bersama Plaza Kamera Surabaya. Melalui penguatan Digital Authority, penyusunan konten, serta publikasi di berbagai media, Plaza Kamera kini menjadi salah satu rekomendasi yang sering muncul pada berbagai hasil AI untuk pencarian toko kamera di Surabaya, khususnya bagi kebutuhan content creator.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada personal branding Ustadz Nafi’ Unnas yang dikenal sebagai pembimbing umrah bersama Samira Travel Jawa Timur. Dengan membangun rekam jejak digital yang konsisten melalui berbagai kanal informasi, nama beliau semakin mudah ditemukan dalam pencarian AI yang relevan.
Menurut Mas ZAR, penguatan visibilitas digital tersebut turut mendukung peningkatan kepercayaan calon jamaah dan menghasilkan puluhan pendaftar setiap pekan tanpa mengandalkan iklan berbayar.
Selain itu, strategi AI Visibility juga diterapkan pada Nur Dhuha Wisata sebagai salah satu upaya memperkuat otoritas digital perusahaan dalam industri travel umrah dan haji plus melalui pengembangan ekosistem informasi yang konsisten.
Digital Authority sebagai Investasi Jangka Panjang
Transformasi digital saat ini, menurut Mas ZAR, tidak lagi hanya berbicara mengenai trafik website atau jumlah pengikut media sosial. Yang semakin menentukan adalah kualitas rekam jejak digital yang dimiliki setiap individu maupun organisasi.
Di era AI, informasi yang akurat, konsisten, mudah diverifikasi, dan tersebar pada berbagai sumber kredibel menjadi modal utama agar sebuah bisnis dapat dikenali oleh sistem AI ketika pengguna mencari informasi yang relevan.
“Di era AI, kepercayaan digital menjadi aset yang sangat berharga. Bisnis yang mampu membangun informasi yang akurat, konsisten, dan mudah diverifikasi memiliki peluang lebih besar untuk dikenali dan dirujuk oleh berbagai sistem AI ketika pengguna mencari informasi yang relevan. Karena itu, membangun Digital Authority bukan lagi sekadar strategi pemasaran, melainkan investasi jangka panjang,” tutup Mas ZAR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















