SeputarDesa.com, Lampung Selatan — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan rabat beton, Desa Jati Indah–Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. (21/09/2026)
Ketika tim media datang ke lokasi pembangunan infrastruktur jalan rabat beton, Sugus selaku Sekdes Jati Indah yang berada di lokasi bertanya kepada awak media, “Dari mana?”
Salah satu tim menjawab, “Kami dari media, Pak.”
“Oh, dari media? Ya sudah, kalau mau meliput, silakan liput saja langsung,” jawab Sugus.
Karena tim media belum melihat papan informasi, kemudian awak media bertanya, “Ini anggaran dari mana, Pak?”
“Dari provinsi, lah. Masa dari saya,” jawab Sugus dengan gaya yang sok hebat, tidak mencerminkan seorang sekretaris desa dari nada bicaranya.
Hal tersebut yang membuat semangat tim media untuk melakukan kontrol secara detail. Setiap hari awak media akan melakukan tugas sesuai tupoksi. Akan kami kontrol tahap demi tahap pembangunan tersebut agar sesuai juknis dan spesifikasi.
Karena tujuan pembangunan ini untuk meningkatkan akses jalan desa dan permukiman di kawasan Jati Indah, memperlancar mobilitas warga, dan mendukung konektivitas antardesa di Kecamatan Tanjung Bintang.
Tim melihat di lokasi diduga tidak ada alat takar kotak kayu, hanya langsung menggunakan sekop.
Ketentuan Penting Takaran Manual (Molen)
Agar hasil cor manual Anda lolos audit mutu dan tidak cepat hancur/retak, pastikan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) mematuhi aturan berikut:
Gunakan Kotak Takaran: Jangan menakar material (pasir dan koral) menggunakan sekop secara langsung karena ukurannya tidak konsisten. Gunakan kotak takaran kayu (buntingan) atau ember yang sudah dikonversi volumenya sesuai SNI.
Gunakan Plastik Alas Cor: Wajib menghamparkan plastik cor sebelum beton dituang agar air semen tidak meresap ke dalam tanah bawah (yang bisa membuat beton rapuh).
Pembuatan Dilatasi (Nut Antar Segmen): Lakukan pemotongan atau pembatasan setiap jarak 4 hingga 5 meter agar beton tidak retak akibat muai-susut cuaca.
Perawatan (Curing): Setelah beton mengeras (biasanya H+1), tutupi permukaan dengan karung goni basah atau genangi air selama minimal 7 hari agar kekuatannya maksimal.
Takaran Praktis di Lapangan (Sistem Volume/Kotak/Ember)
Untuk pengerjaan manual atau menggunakan mesin molen di lapangan tanpa alat timbang berat, komposisi per 1 sak semen (50 kg) umumnya disetarakan dengan takaran volume menggunakan kotak takar atau ember:
Semen: 1 sak (50 kg)
Pasir: Sekitar 2 bagian kotak takar (atau setara kurang lebih 2 hingga 2,5 takaran perbandingan volume)
Kerikil/Split: Sekitar 3 bagian kotak takar
Air: ±27–28 liter (disesuaikan agar adukan tidak terlalu encer atau kaku/nilai slump terjaga di kisaran 12±2 cm).
Catatan: Mutu K-250 sebenarnya cukup tinggi untuk sekadar lantai kerja atau rabat tipis (biasanya rabat biasa cukup K-125 atau K-175). Pastikan menggunakan pasir dan split yang bersih dari kotoran atau lumpur agar kuat tekan beton tercapai secara optimal pada umur 28 hari.
Sementara ketua pelaksana kerja belum dapat dikonfirmasi, agar berita berimbang.
Tim juga akan mengonfirmasikan kepada konsultan pengawas dari provinsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com















