banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250
Investigasi

Nilai CAT Tertinggi Disingkirkan, Seleksi Perangkat Desa Segodorejo Diduga Sudah “Diatur”

×

Nilai CAT Tertinggi Disingkirkan, Seleksi Perangkat Desa Segodorejo Diduga Sudah “Diatur”

Sebarkan artikel ini
Foto : Gambar Ilustrasi

SeputarDesa.com, Jombang – Aroma tak sedap mengiringi proses pengisian dua jabatan perangkat desa di Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Dua peserta dengan nilai CAT (Computer Assisted Test) tertinggi justru tumbang di akhir seleksi, memunculkan dugaan kuat adanya permainan dalam penentuan hasil.

Dua formasi yang diperebutkan yakni jabatan Kaur Keuangan dan Kepala Dusun Tulungrejo. Masing-masing hanya diikuti dua peserta, namun hasil akhirnya memantik polemik.

Pada formasi Kaur Keuangan, Candra Setio Ferdianto tampil unggul meyakinkan dengan nilai CAT 425. Lawannya, Sofi Irawati, tertinggal cukup jauh dengan skor 385.

Baca Juga :  Dugaan Intimidasi di Proyek KDMP Bangkalan, Oknum Babinsa Geger Ancam "Culik" Warga

Hal serupa terjadi pada seleksi Kepala Dusun Tulungrejo. Sifauddin Saputro mencatat nilai CAT tertinggi sebesar 430, sedangkan Abdul Muzaki hanya memperoleh nilai 395.

Namun keunggulan dalam tes CAT ternyata tak berarti apa-apa. Kedua peserta dengan skor tertinggi justru tersingkir setelah masuk tahapan wawancara yang penilaiannya diduga sepenuhnya berada di tangan kepala desa.

Dalam sesi wawancara, Sofi Irawati mendapat nilai 275, unggul atas Candra Setio Ferdianto yang hanya memperoleh 230. Sedangkan Abdul Muzaki mendapat nilai 265, sementara Sifauddin Saputro hanya diberi nilai 220.

Baca Juga :  Pendamping PKH Kecamatan Bantah Tegas Dugaan Pungutan di Pojokkulon

Dari akumulasi nilai akhir, Sofi Irawati dan Abdul Muzaki sama-sama ditetapkan sebagai pemenang dengan total nilai 660.

Kondisi ini memicu dugaan bahwa hasil seleksi telah diarahkan sejak awal. Sebab, peserta dengan kemampuan akademik terbaik justru kalah pada tahapan wawancara yang dinilai subjektif dan tertutup.

“CAT hanya formalitas. Penentunya ada di wawancara. Yang memberi nilai kepala desa sendiri. Diduga kuat di situlah permainan dilakukan agar calon pilihan bisa menang,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Sorotan publik semakin tajam setelah kedua peserta terpilih langsung dilantik pada Jumat malam (8/5/2026) di Balai Desa Segodorejo.

Baca Juga :  Rasionalitas di Balik Pintu Kakbah: Menambal Jarak Antara Niat dan Keberangkatan

Sementara itu, Kepala Desa Segodorejo, Sanip, belum memberikan klarifikasi terkait dugaan intervensi dan permainan nilai dalam proses pengisian perangkat desa tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi belum mendapat tanggapan.(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi SeputarDesa.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SeputarDesa.com - Mengungkap Fakta, Menjaga Integritas Desa
error: Dilarang Keras mengcopy sebagian atau seluruh artikel tanpa seizin redaksi